Astagfirullah. Usai Salat Maghrib, Pria Ini Mendengar Suara Gemuruh Dan Lantai Rumahnya Bergetar. Disangka Sedang Gempa, Saat Ia Keluar Rumah Ternyata Ini Yang Terjadi..

Malang tak dapat ditolak, begitu juga dengan bencana karena semua sudah diatur oleh Allah.

Seperti yang dirasakan pria asal Blitar ini, Saat itu Hujan deras mengguyur Kota Blitar, Sabtu (6/1/2018), membuat pondasi bangunan rumah milik Muhammad Efendi (44) ambrol.

Sebagian pondasi rumah terlihat lepas dari bangunan yang berada di atasnya.

"Kejadiannya habis salat magrib. Sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah kami," kata Efendi, ditemui di rumahnya di Jl Kali Brantas, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjen kidul, Kota Blitar, Minggu (7/1/2018).

Saat peristiwa terjadi, Efendi bersama istri dan ketiga anaknya baru selesai salat Maghrib.

Dia mendengar suara gemuruh disertai getaran di dalam rumah.

Dia bersama keluarga langsung keluar dari kamar salat.

"Saya keluar rumah, melihat kondisi di luar. Ternyata pondasi rumah saya ambrol," ujar bapak tiga anak itu.

Pondasi rumah yang ambrol sepanjang tujuh meter. Tinggi pondasi rumah sekitar lima meter.

Selain itu, plengsengan di belakang rumah juga ikut ambrol.

Posisi bangunan bagian depan rumah itu berada di atas aliran sungai.
Sedang di samping sebelah baratnya terdapat kolam ikan.

Posisi ketinggian bangunan rumah dengan kolam ikan di sampingnya sekitar lima meter.

Rumah milik Efendi dibangun pada 2004.

"Untuk sementara rumah yang pondasinya ambrol kami kosongkan dulu. Kami tinggal di bangunan rumah yang ada di sampingnya," kata Efendi.Menurutnya, penyebab pondasi rumah ambrol, yakni, hujan deras yang mengguyur wilayah beberapa hari terakhir ini.

Selain itu, getaran yang disebabkan dari kendaraan yang melintas di jalan depan rumahnya juga memicu ambrolnya pondasi rumah.

"Sebelum pondasi rumah ambrol, dua minggu sebelumnya dinding rumah sudah terlihat retak-retak," ujarnya.

Petugas Bakesbangpol dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Kota Blitar serta polisi sudah meninjau lokasi pondasi rumah ambrol.

Polisi memasang police line di lahan bagian belakang rumah yang pondasinya ambrol.

"Kami sudah cek lokasi semalam. Sekarang masih evaluasi penanganannya," kata Kabid Pananggulangan Bencana Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Arson Sodiqien.

Selain itu, dia meminta masyarakat yang tinggal di dekat sungai aliran lahar agar lebih waspada saat musim hujan.

Saat musim hujan rawan terjadi banjir di sungai aliran lahar.

Wilayah Kota Blitar juga dilewati aliran lahar dingin dari Gunung Kelud.

"Ada warga yang tinggal di dekat aliran lahar. Kami minta mereka waspada saat musim hujan," ujarnya.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kota Blitar juga menyebabkan bangunan rumah tua di Jl Veteran, Kota Blitar, roboh.

Bangunan rumah tua itu menimpa dua bangunan rumah warga lainya yang berada di samping kanan dan kirinya.

Satu orang mengalami patah tulang kaki setelah tertimpa reruntuhan material bangunan rumah.

Semoga selalu dalam lindungannya yah Allah..

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com

Loading...

Leave a Comment