Jodoh Kita Itu Seperti Pakaian

Mencari jodoh yang sesuai memang sulit kita temukan, adapun jodoh yang ingin melengkapi satu sama lain. Kita tidak bisa memaksa jodoh kita sesuai dengan keinginan kita sehingga kita menunggu dengan setia hingga kita lupa kepada usia dan kebutuhan kita. Islam sudah menjelaskan untuk berjodoh itu selektif, walaupun demikian bukan berarti kita lupa kepada hakikat berjodoh.

Nah, anda Ingin tahu bagaimana Al-Qur’an menggambarkan hubungan timbal balik antara pasangan suami-istri yang ideal? Jika penasaran bacalah surat al-Baqarah ayat 187,”Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka,”(QS. al-Baqarah: 187)

Mengapresiasi ayat di atas, salah seorang musafir bernama Muqatil bin Hayyan berkata bahwa ayat ini mengandung arti, “Mereka, para istri, merupakan tempat ketenangan bagi kaum laki-laki, dan kaum laki-laki merupakan tempat ketenangan bagi kaum perempuan.

Sungguh indah sekali al-Qur’an memberikan perumpamaan atas suami istri yang ideal, suami tak ubahnya pakaian buatan istri, begitu pula sebaliknya istri adalah pakaian buat suaminya. Layaknya sebuah pakaian, kita pun harus selektif dalam memilih pendamping hidup.

Kita harus pandai-pandai memilih dan memilah mana yang paling sesuai dan cocok buat mendampingi hidup kita sehingga kita beroleh ketenangan dalam rumah tangga.

Dari sebuah pakaian kita mendapatkan tiga hal inspirasi untuk selekif dalam memilih jodoh. Pertama, yang namanya seorang pendamping hidup haruslah orang yang bisa menutupi aurat atau kelemahan kita. Kedua dan ketiga, dia menjadikan kita tampak lebih indah dan lebih takwa di hadapan Allah. Sebagaimana dalam firman Allah SWT: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang baik. Yang demikian itu, adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat,” (QS. al-A’raaf: 26).

Ada kalannya dia memang, baik tapi belum tentu pas untuk kita. Jadi, bagaimanapun juga tidak boleh asal comot saja. Sebab, jika salah dalam memilihnya akan berakibat penyesalan seumur hidup. Akibat salah memilih pendamping, bukannya kebahagiaan yang didapat, melainkan berbagai kesulitan dan penderitaan hidup yang bakal dirasakan. Bukan rumah tangga yang baitii jannatii tapi baitii narii. Bukan rumahku syurgaku, tapi rumahku nerakaku. Naudzubillah, inilah pentingnya selektif dalam memilih pendamping hidup.

Begitupula bagi yang tidak mau memilih yang terbaik buatnya, maka jangan sekali-kali menyesal bila tidak mendapatkan pasangan hidup yang ideal. Nasihat Lukman al-Hakim kepada putra kesayangannya berikut ini semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih selektif dalam memilih pendamping hidup. Lukman berkata, “Wahai Anakku , takutlah terhadap wanita jahat karena dia membuat engkau berubah sebelum masanya. Dan takutlah wanita yang tidak baik karena mereka mengajak kamu kepada yang tidak baik, dan hendaklah kamu berhati-hati mencari yang terbaik dari mereka.”

Menutup aurat kita, artinya pendamping hidup kita haruslah mereka yang yang mampu menutupi segala aib sekaligus melengkapi kekurangan kita. Menjadikan kita tampak menjadi lebih indah, maksudnya dia mampu mendorong dan membantu kita menjadi lebih baik dari sebelumnya sehingga tampak lebih indah dalam pandangan Allah maupun mata manusia.

Dan yang dimaksud menjadikan lebih takwa adalah selain sebagai belahan jiwa, dia juga sebagai teman, sahabat, sekaligus partner yang baik senantiasa membantu kita dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan di hadapan Allah.

Tiga hal inilah yang sebisa mungkin harus didapatkan bagi siapa saja yang ingin mencari pendamping hidup yang ideal. Semoga kita Muslim harus pintar dalam memilih, dan Allah mendengar jodoh keinginan kita yang sesuai dengan ajaran islam. Amin...

Loading...

Leave a Comment